Laman Masjid As Syakirin

Mukim Oran, Mata Ayer, Perlis

Arkib bagi Kategori ‘Al Quran’

Siaran Langsung Dari Masjidil Haram

Posted by aburedza di 17 Januari 2012

atau juga di

http://www.facebook.com/LiveMakkahTV?sk=app_215067561867543

Dan  Live dari Madinah:

http://www.facebook.com/LiveMadinahTV?sk=app_190254131024356

Dikirim dalam Al Quran | Di tag: , | Leave a Comment »

Sambil santai Menati Isyak Jom Menonton Debat Dr Zakir Naik – Dr William Cambel

Posted by aburedza di 10 Oktober 2011

Pada setiap hari Jumaat Malam Sabtu, Biro IT Masjid As Syakirin mengisi slot Magrib ke Isyak dengan pertujukan video you tube.  Pada 3 minggu yang lepas solt ini diisi dengan Debat Dr zakir Naik dengan Dr Wiliam Cambel, mengenai , Al Quran  Dan bible  Mengupas Ilmu Pengetahuan.

Debat ini telah di susun dan boleh di tonton melalui laman Masjid As Syakirin

Sambil Santai menanti Isyak …

Dikirim dalam Al Quran, BIBLE | Di tag: | Leave a Comment »

Debat Dr Zakir Naik Dengan Dr William Campbell : Injil Vs Quran – Siri 4

Posted by aburedza di 26 September 2011

Soal Jawab dengan Penonton

Fail 20 – Soal jawab

Fail 21

Fail 22

Fail 23

Fail 24

Fail 25

Fail 26 – Tamat

Dikirim dalam Al Quran, BIBLE | Di tag: , | Leave a Comment »

Debat Dr Zakir Naik Dengan Dr William Campbell : Injil Vs Quran – Siri 3

Posted by aburedza di 26 September 2011

Hujah Dr William Campbell dan Dr Zakir Naik

Fail 14

Fail 15

Fail 16

Fail 17 – Ucapan Dr Zakair Naik

Fail 18 – Akhir ucapan Dr Naik 2

Fail 19 – Akhir ucapan Dr Naik 2 dan Ucapan Dr Chambel

Dikirim dalam Al Quran, BIBLE | Di tag: , | Leave a Comment »

Debat Dr Zakir Naik Dengan Dr William Campbell : Injil Vs Quran – Siri 2

Posted by aburedza di 21 September 2011

Hujah-hujah Dr Zakir Naik

Fail 7 – Hujah Dr Zakir Naik 1

Fail  8

Fail 9

Fail 10

Fail 11

Fail 12

Fail 13 – akhir Dr Zakir Naik 1

Dikirim dalam Al Quran, BIBLE | Di tag: , | Leave a Comment »

Debat Dr Zakir Naik Dengan Dr William Campbell : Injil Vs Quran – Siri 1

Posted by aburedza di 19 September 2011

Debat Dr Zakir Naik Dengan Dr William Campbell : Injil Vs Quran

Pengenalan Debat dan Hujah Dr William Cambel

SIRI PERTAMA INI AGAK MENJEMUKAN … JIKA ANDA TIDAK BANYAK MASA … SILA TERUS KE SIRI KEDUA, MENDENGAR HUJAH DR. ZAKIR NAIK. ANDA PASTI TERPEGUN! JIKA ANDA KRISTIAN,  ANDA PATUT MENDENGARNYA………

Fail 1

Fail 2

Fail 3

Fail 4

Fail 5

Fail 6

Dikirim dalam Al Quran, BIBLE | Di tag: , | Leave a Comment »

Intisari Kuliah Magrib Bulanan : Ustaz Dr. Mohd. Nasir Abd. Hamid

Posted by aburedza di 23 Julai 2009

 

USTAZ DR. MOHD.  NASIR BIN ABD. HAMID

USTAZ DR. MOHD. NASIR BIN ABD. HAMID

Masjid as Syakirin : 22 Julai 2009

Intisari Kuliah Magrib Bulanan : Ustaz Dr. Mohd. Nasir Abd. Hamid (Pensyarah UiTM Arau )

Dalam memperkatakan Israk dan Mikraj penceramah membacakan ayat pertama surah al Israa’ atau di panggil juga surah Bani Israil :

[Ayat : 1]

Maha Suci Allah yang telah menjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa yang Kami berkati sekelilingnya, untuk diperlihatkan kepadanya tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.

 

Menghuraikan peristiwa Israk Mikraj penceramah membaca dan menghuraikan hadis nabi berkaitan dengan pembedahan dada Rasullah untuk mensucikannya dan di masukkan hikmah kedalamnya serta hadis mengenai hidangan susu dan arak dan Rasullah memilih susu dan Jibrail as mengatakan Rasullah telah memilih hikmah. Sila baca maksud hadis tersebut dengan klik pada alamat http://masjidassyakirin.wordpress.com/2009/07/23/hadis-isra-mikraj/

Mengenai pembedahan dada Rasullah Ustaz Dr Mohd Nasir telah kaitkan dengan tokoh saintis terkenal iaitu Az Zahrawi  seorang Pelopor Pembedahan Moden. Saudara pembaca boleh membaca lebih lanjut dengan klik di sini 

http://masjidassyakirin.wordpress.com/2009/07/23/abu-al-qasim-al-zahrawi-pakar-bedah-terulung/

Jika Rasullah saw sebelum diangkat menemui Allah di bersihkan hatinya dan jiwanya dengan pembedahan oleh Jibril as di tepi telaga zam-zam dan dimasukan pula hikmah bagi kali ke dua, selepas kali pertama Baginda Rasullah juga di bersihkan denagn pembedahan sebelum menjadi Rasul, maka kita juga perlu membuat persediaan JIKA INGIN berisrak atau berjumpa Rab kita – demikian kata penceramah.

Penceramah mengutip 10 perintah JANGAN daripada Surah ke 17 Surah al Israa’. Saya catit 10 perintah tersebut dengan sedikit huraian:

SATU:

 [Ayat : 22]

Janganlah engkau adakan tuhan yang lain bersama Allah, kerana akibatnya engkau akan tinggal dalam keadaan tercela dan hina.

 Allah SWT melarang manusia, mengada-adakan tuhan yang lain selain Allah, seperti menyembah patung dan arwah nenek moyang dengan maksud supaya dapat mendekatkan diri kepada Nya. Termasuk yang dilarang itu ialah meyakini adanya tuhan selain Allah mengakui adanya kekuatan-kekuatan yang lain selain Allah yang dapat mempengaruhi dirinya, atau melakukan perbuatan nyata, seperti memuja benda-benda alam, ataupun kekuatan gaib yang lain, yang mereka anggap sebagai Tuhan, atau mereka angan-angankan. Larangan ini ditujukan kepada seluruh manusia, agar mereka tidak tersesat dan tidak menyesatkan karena melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan terhadap Penciptanya Pada hal mereka seharusnya mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, tidak mengada-adakan tuhan yang lain, yang sebenarnya tidak berkuasa sedikitpun untuk memberikan pertolongan kepada mereka, dan tidak berdaya pula untuk memberikan mudarat

KEDUA :

[Ayat : 23]

Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepada-Nya, dan hendaklah engkau berbuat baik kepada kedua ibu bapa. Jika salah seorang dari keduanya, atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada keduanya sekalipun perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau menengking mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

 Dua pekara di perintahkan dalam ayat ini :

Pertama:
Sekali lagi di ulangani agar mereka tidak menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia. Termasuk pada pengertian menyembah Tuhan selain Allah, ialah mempercayai adanya kekuatan lain yang dapat mempengaruhi jiwa dan raga, selain kekuatan yang datang dari Allah. Semua benda yang ada, yang kelihatan ataupun yang tidak, adalah makhluk Allah.
Oleh sebab itu yang berhak mendapat penghormatan tertinggi, hanyalah yang menciptakan alam dan semua isinya. Dia lah yang memberikan kehidupan dan kenikmatan pada seluruh makhluk Nya. Maka apabila ada manusia yang memuja-muja benda-benda alam ataupun kekuatan gaib yang lain, berarti ia telah sesat, karena kesemua benda-benda itu adalah makhluk Allah, yang tak berkuasa memberikan manfaat dan tak berdaya untuk menolak kemudaratan, serta tak berhak disembah.
Kedua:
Agar mereka berbuat baik kepada kedua ibu-bapak mereka, dengan sikap yang sebaik-baiknya Allah SWT memerintahkan kepada manusia, agar berbuat baik kepada ibu bapak, sesudah memerintahkan kepada mereka beribadah hanya kepada-Nya, dengan maksud agar manusia memahami betapa pentingnya berbuat baik terhadap ibu-bapak itu dan agar mereka mensyukuri kebaikan mereka, seperti betapa beratnya penderitaan yang telah mereka rasakan pada saat melahirkan, betapa pula banyaknya kesulitan dalam mencari nafkah dan di dalam mengasuh serta mendidik putra-putra mereka dengan penuh kasih sayang. Maka pantaslah apabila berbuat baik kepada kedua ibu-bapak itu, dijadikan sebagai kewajiban yang paling penting di antara kewajiban-kewajiban yang lain, dan diletakkan Allah dalam urutan kedua sesudah kewajiban manusia beribadah hanya kepada Allan Yang Maha Kuasa.

 KETIGA :

 [Ayat : 26]

Dan berikanlah kepada kerabatmu, orang miskin dan orang musafir akan haknya masing-masing; dan janganlah kamu berbelanja dengan sangat boros.

Di akhir ayat Allah SWT melarang kaum muslimin membelanjakan harta bendanya secara boros. Larangan ini bertujuan agar kaum muslimin mengatur perbelanjaannya dengan perhitungan yang secermat-cermatnya, agar apa yang dibelanjakannya sesuai dan tepat dengan keperluannya; tidak boleh membelanjakan harta kepada orang-orang yang tidak berhak menerimanya, atau memberikan harta melebihi dari yang seharusnya.

Mengenai boros Allah berfirman maksudnya :
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (Q.S. Al Furqan: 67) .

Dan Allah menyambung :

Ayat : 27]

Sesungguhnya orang yang boros itu adalah saudara Syaitan, sedang Syaitan itu pula adalah makhluk yang sangat kufur kepada Tuhannya. (Surah al Israk 27)

KEEMPAT:

[Ayat : 29]

Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu, dan janganlah pula engkau menghulurkan dengan sehabis-habisnya, akibatnya akan tinggallah engkau dengan keadaan yang tercela dan menyesal.

Kemudian Allah SWT menjelaskan cara-cara yang baik dalam membelanjakan harta, yaitu Allah SWT melarang orang menjadikan tangannya terbelenggu pada leher. Ungkapan ini adalah lazim dipergunakan oleh orang-orang Arab, yang berarti larangan berlaku bakhil. Allah melarang orang-orang yang bakhil, sehingga enggan memberikan harta kepada orang lain, walaupun sedikit. Sebaliknya Allah juga melarang orang yang terlalu mengulurkan tangan, ungkapan serupa ini berarti melarang orang yang berlaku boros membelanjakan harta, sehingga belanja yang dihamburkannya melebihi kemampuan yang dimilikinya. Akibat orang yang semacam itu akan menjadi tercela, dan dicemoohkan oleh handai-tolan serta kerabatnya dan menjadi orang yang menyesal karena kebiasaannya itu akan mengakibatkan dia tidak mempunyai apa-apa.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa cara yang baik dalam membelanjakan harta ialah membelanjakannya dengan cara yang layak dan wajar, tidak terlalu bakhil dan tidak terlalu boros

KELIMA :

[Ayat : 31]

Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu kerana takutkan kepapaan; Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kamu. Sesungguhnya perbuatan membunuh mereka adalah satu kesalahan yang besar.

Kemudian Allah SWT melarang kaum Muslimin membunuh anak-anak mereka, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa suku dari suku-suku bangsa Arab Jahiliah. Mereka ini menguburkan anak-anak perempuan mereka hidup-hidup, karena anak-anak perempuan itu tidak mampu untuk berusaha mencari rezeki. Menurut anggapan mereka anak-anak perempuan itu hanyalah akan menjadi beban hidup saja. Mereka takut mengalami kepapaan dan kemiskinan karena mempunyai anak perempuan itu. Berbeda dengan anak laki-laki. Mereka menganggap bahwa anak laki-laki mempunyai kemampuan untuk mencari harta dengan jalan menyamun, merampas dan merampok.

Maka Allah SWT melarang kaum muslimin meniru kebiasaan Jahiliah itu, dengan memberikan alasan, bahwa rezeki itu berada dalam kekuasaan Allah. Allah yang memberikan rezekinya kepada mereka. Maka apabila Allah memberikan rezeki kepada anak laki-laki, Dia berkuasa pula untuk memberikan rezeki kepada anak perempuan mereka.

 

KEENAM :

[Ayat : 32]

Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat.

 Kemudian Allah SWT melarang para hamba Nya mendekati perbuatan zina. Yang dimaksud mendekati perbuatan zina ialah melakukan zina itu. Larangan melakukan zina diungkapkan dengan mendekati zina, tetapi termasuk pula semua tindakan yang merangsang seseorang melakukan zina itu. Ungkapan semacam ini untuk memberikan kesan yang tandas bagi seseorang, bahwa jika mendekati perbuatan zina itu saja sudah terlarang, apa lagi melakukannya. Dengan pengungkapan seperti ini, seseorang akan dapat memahami bahwa larangan melakukan zina adalah larangan yang keras, oleh karenanya zina itu benar-benar harus dijauhi.

 KETUJUH :

[Ayat : 33]

Dan janganlah kamu membunuh seseorang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Dan sesiapa yang dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan warisnya berkuasa menuntut balas. Tetapi janganlah ia melampaui batas kerana sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat sepenuh-penuh pertolongan.

 

Sesudah itu Allah SWT melarang hamba Nya membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya. Maksud “membunuh jiwa” ialah menghilangkan jiwa manusia. Sedang yang dimaksud dengan “yang diharamkan Allah membunuhnya” ialah tidak dengan alasan yang sah.

KELAPAN :

[Ayat : 34]

Dan janganlah kamu menghampiri anak yatim melainkan secara yang baik, sehingga ia baligh; dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu akan ditanya.

 Kemudian Allah SWT melarang para hamba-Nya mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang baik. Yang dimaksud dengan “mendekati harta anak yatim” ialah mempergunakan harta anak-anak yatim tidak pada tempatnya. Larangan mempergunakan harta anak yatim dalam ayat ini mengandung arti bahwa tidak memberikan perlindungan kepada harta anak yatim itu, supaya jangan habis sia-sia. Allah SWT memberikan perlindungan pada harta itu, karena harta itu sangat diperlukan oleh manusia, dan manusia yang paling memerlukannya ialah anak yatim, karena keadaannya yang belum dapat mengurusi hartanya, dun belum dapat mencari nafkah sendiri.
Dalam pada itu Allah SWT memberikan pengecualian dari larangannya, yaitu apabila untuk pemeliharaan harta itu diperlukan biaya, atau dengan maksud untuk memperkembangkan harta anak yatim itu, maka dalam hal ini tidaklah termasuk larangan apabila mengambil sebagian harta anak yatim itu untuk kepentingan tersebut atau diperkembangkan sebagai modal dengan maksud agar harta itu bertambah.

KESEMBILAN :

[Ayat : 36]

Dan janganlah kamu mengikut apa yang kamu tidak ketahui; sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan ditanya apa yang dilakukan.

Allah SWT melarang kaum Muslimin mengikuti perkataan ataupun perbuatan yang mereka tidak mengetahui kebenarannya. Larangan ini mencakup seluruh kegiatan manusia itu sendiri dari perkataan dan perbuatan.

 

KESEPULUH :

[Ayat : 37]

Jangan kamu berjalan di bumi ini dengan sombong, sesungguhnya kamu tidak akan dapat menembusi bumi, dan tidak akan sampai setinggi gunung.

 Sesudah itu Allah SWT melarang kaum muslimin berjalan di muka bumi dengan sombong. Orang yang berjalan dengan sombong di muka bumi bukanlah bersikap wajar, karena bagaimanapun juga kerasnya derap kaki yang ia hentakkan di atas bumi, tidak akan menembus permukaannya dan bagaimanapun juga tingginya ia mengangkat kepalanya, tidaklah ia dapat melampaui tinggi gunung. Bahkan kalau ditinjau dari segi ilmu jiwa, orang yang biasa berjalan dengan penuh kesombongan, di dalam jiwanya terdapat kelemahan. Ia merasa rendah, maka sebagai imbangannya, ia berjalan dengan sombong dan berlagak, dengan maksud menarik perhatian orang lain agar memperhatikannya.
Maka apabila Allah SWT menegaskan bahwa mereka sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan tidak akan setinggi gunung, bertujuan agar kaum Muslimin menyadari terhadap kelemahan-kelemahan yang terdapat pada diri mereka, dan supaya ia bersikap rendah hati, jangan bersikap takabur, karena sebagai manusia tidak akan sanggup mencapai sesuatu yang di luar kemampuan yang dimilikinya.

 Demikian 10 perintah JANGAN dan diikuti penjelasan 2 ayat berikutnya dari surah al Israa’ :

 [Ayat : 38]

Tiap-tiap satu perintah itu, menyalahinya adalah kejahatan yang dibenci di sisi Tuhanmu.

 [Ayat : 39]

Perintah yang demikian itu adalah sebahagian dari hikmat yang telah diwahikan kepadamu oleh Tuhanmu. Dan janganlah engkau jadikan bersama Allah sesuatu yang lain yang disembah, akibatnya engkau akan dicampak ke dalam Neraka Jahanam dengan keadaan tercela dan tersingkir.

Dikirim dalam Al Quran, Israk Mikraj | Di tag: | Leave a Comment »

Pesanan Luqman al Hakim

Posted by aburedza di 19 Julai 2009

Satu ketika

Dan  ketika Lukman berkata kepada anaknya,

di waktu ia memberi pelajaran kepadanya:

 

Hai anakku,

janganlah kamu mempersekutukan Allah

sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

 

Dan Kami perintahkan kepada manusia  agar berbuat baik

kepada dua orang ibu-bapaknya;

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah

yang bertambah-tambah,

dan menyapihnya dalam dua tahun.

 

Bersyukurlah kepada-Ku

dan kepada dua orang ibu bapakmu,

hanya kepada-Kulah kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu

untuk mempersekutukan dengan Aku

sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,

maka janganlah kamu mengikuti keduanya,

dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,

dan ikutilah jalan orang-orang  yang kembali kepada-Ku,

kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu,

maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

 

 Hai anakku,

sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan  seberat biji sawi,

dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi,

niscaya Allah akan membalasinya

Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

Hai anakku,

dirikanlah salat

dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik

dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar

dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.

Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

 

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia

karena sombong

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong

lagi membanggakan diri.

 

Dan sederhanalah kamu dalam berjalan

dan lunakkanlah suaramu.

Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai

 (Al Qurab Surah Luqman 13 – 19)

Kenali siapa Luqman al Hakim di sini : http://aburedza.wordpress.com/2009/05/15/kenali-luqman-al-hakim-wahai-anakku/

 

Dikirim dalam Al Quran | Di tag: , | Leave a Comment »

TAZKIRAH PROF ABDUL RASHID SAID ASGAR : USIA 40 TAHUN

Posted by aburedza di 11 Julai 2009

Oleh :  Aburedza

Prof Abdul Rashid Said Asgar

Prof Abdul Rashid Said Asgar

Dalam memperkatakan tentang motivasi kepada sikap kawan dan teman , semasa sembang-sembang santai  setelah selesai solat Asar kelmarin Prof Rashid membaca sepotong ayat yang menarik .

وَوَصَّيْنَا الإنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Maksudnya :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS al Ahkaf : 15 )

Satu ayat yang sangat baik yang mengandungi  doa tanda kesyukuran. Allah menyebut pada umur 40 tahun, mengapa Allah memilih umur 40 tahun ? Demikian persoalan Prof Rashid yang ditinggalkan untuk saya fikirkan.

Saya kemudian memerhatikan huraian Maulana  Abdullah Yusof Ali dalam terjemahan Al Quranya menyebut  …..setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya ( ashudd) dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun …. Peringkat  ashudd dianggapkan antara umur 18 dan 30 atau 32 tahun.  Antara umur 30 – 40 tahun sesaorang itu berada pada tahap puncak kelakiannya. Selepas umur itu beliau melihat kepada zuriatnya yang sedang membesar, dan memang tepatlah ia menyerahkan keturunan muda yang baru itu kepada Tuhan. Selepas 40 tahun mungkin pula keupayan kerohaniannya  akan meningkat.

Ustaz Zahazan Mohamed dalam bukunya 101 Doa dari al Quran memetik dari  tafsir ayat 15 surah al ah Kaf oleh al Imam al Baghawi mengatakan ayat ini menceritakan kelebihan Abu Bakar r.a. Beliau merupakan sahabat karib Nabi s.a.w. sejak berusia 18 tahun. Semasa Muhammad s.a.w  menjadi Nabi , usia Abu Bakar r.a ialah 38 tahun. Berkat usahanya berdakwah pada umurnya sekitar 40 tahun beliau berjaya mengislamkan ayah, ibu dan anak-anaknya. Ayat ini mengajar kita cara untuk bersyukur kepada Allah.

Ustaz Zahazan Mohamed menambah kita juga wajar  mengamalkan doa ini sebagai tanda  bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang turut dinikmati keluarga kita.

Membaca doa kesyukuran dari ayat di atas yang di titipkan oleh Prof Rashid , saya teringat pula kepada doa nabi Sulaiman a.s pada ayat 19 surah an Naml : ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚﯗ ﯘ

 ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚﮱ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚﯚ

Maksudnya :

“Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

 

Sumber :  http://aburedza.wordpress.com/2009/07/11/tazkirah-prof-abdul-rashid-said-asgar-usia-40-tahun/

Dikirim dalam Al Quran, Prof Abdul Rashid | Di tag: | Leave a Comment »

Kisah Cinta Zulaikha Dan Yusuf a.s.

Posted by aburedza di 25 Jun 2009

Oleh : Aburedza

Akibat konsprirasi saudara-saudara nabi Yusuf a.s , di negeri Kanaan ,  baginda terjual di negeri Mesir.

Maka Allah berfirman :

ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ

 

Maksudnya

Dan (setelah Yusuf dijualkan di negeri Mesir) berkatalah orang yang membeli Yusuf kepada isterinya: Berilah dia layanan yang sebaik-baiknya; semoga ia berguna kepada kita, atau kita jadikan anak. Dan demikianlah caranya kami berikan kedudukan Yusuf di bumi (Mesir untuk dihormati dan disayangi), dan untuk Kami mengajarnya sebahagian dari ilmu menta’bir mimpi. Dan Allah Maha Kuasa melakukan segala perkara yang telah ditetapkan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Yusuf 21)

Ahli-ahli tafsir sepakat mengatakan orang yang membeli Yusuf a.s. adalah  al-Aziz seorang pegawai tinggi atau Wazir kerajaan Mesir dan isterinya adalah Zulaikha , yang diharap menjadi ibu angkat kepada Yusuf a.s.

Siapakah Zulaikha ?

Maulana Abdullah Yusuf Ali didalam Terjemahan al Quran memetik tulisan karya sastra Zulaikha dan Yusuf oleh Jami r.h  ( 817 H – 898 H ), Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya. Kali berikutnya beliau bermimpi lagi , lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir.

Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya : “ Benar , ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu  kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai  melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya . Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya”.

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut , Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi . Tampan, segak, menarik dan menawan. Betullah sabda nabi yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas bahawa Rasullah bersabda maksudnya :

Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia.

Kisah Zulaikha dan Yusuf dirakamkan di dalam Al Quran bermula surah Yusuf ayat 21 sehinggalah Yusuf a.s di penjarakan pada ayat  36 surah yang sama,  kerana fitnah kononnya Yusuf a.s mengoda Zulaikha , isteri al-Aziz. Bagaimanapun pada ayat 51 surah yang sama Allah berfirman, maksudnya :

Isteri Al Aziz pun berkata: Sekarang ternyatalah kebenaran, akulah yang memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan sesungguhnya adalah ia dari orang yang benar. ( Yusuf 51 )

Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kesudahan hubungan Zulaikh dengan Yusuf a.s. Bagaimanapun Ibn Katsir didalam Tafsir Surah Yusuf memetik Muhammad bin Ishak  berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s  oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dahulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zu­laikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bah­wa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya,

“Tidakkah keadaan dan hubungan kita se­karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab,

“Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemui­mu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan ke­dudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf waktu kawin dengan Zulaikha, ia menemuinya masih gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Rujukan :

  1. Maulana Abdullah Yusuf Ali – Terjemahan al Quran Karim
  2. Tafsir Ibnu Katsier – surah Yusuf

Sumber : http://aburedza.wordpress.com/2009/06/25/371/

Dikirim dalam Al Quran, Cinta, Sejarah, Tokoh | Di tag: , | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.