Amanah adalah satu sifat mulia yang menghiasi diri Rasullah s.a.w . Oleh itu wajib atas orang Mukmin menghiasi diri mereka dengan sifat tersebut dan mengamalkan di dalam perkerjaan yang dilakukan seharian seperti hadis rasullah : Tidak sempurna iman bagi siapa yang tiada amanah.
Allah berfirman :
“Sesungguhnya Allah itu memerintahkan kepada engkau semua supaya engkau semua menunaikan – memberikan – amanat kepada ahlinya - pemiliknya.” (an-Nisa’: 58)

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah memberikan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, tetapi mereka enggan memikulnya dan merasa takut terhadap itu, sedang manusia suka memikulnya, sesungguhnya manusia itu amat menganiaya serta bodoh sekalian.” (al-Ahzab: 72)
Amanat, artinya segala sesuatu yang diamanatkan atau diperintahkan untuk melaksanakannya, baik berupa perintah larangan, urusan keagamaan atau keduniaan.
Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tanda orang munafik itu tiga macam yaitu jikalau berkata dusta, jikalau berjanji menyalahi – tidak menepati – dan jikalau diamanati – dipercaya untuk memegang sesuatu amanat – lalu berkhianat.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain disebutkan-dengan tambahan:
“Sekalipun ia berpuasa, bersembahyang dan menyangka bahwa ia seorang muslim.”












