Catitan Kuliah Tafsir Ustaz Ya Ali Dahaman : At Taubah 117-119

Catitan kuliah Magrib Malam Selasa di Masjid As Syakirin ( Dengan beberapa tambahan ) pada 12 Mei  2009 :

Allah berfirman :

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah telah menerima tobat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Ansar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima tobat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka,  ( At Taubah 117 )

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالأنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. ( At Taubah 118 )

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. ( At Taubah 119 )

 

Tafsirnya :

Ayat-ayat diatas mengisahkan perihal peperangan Tabuk. Ibnu Hisyam berkata, AI-Zuhri, Yazid bin Ruman, Abduhlah bin Abu Bakr, Asbim bin Uman bin Qatadah, dan ulama-ulama kami lainnya, semuanya berkata kepadaku tentang Perang Tabuk seperti yang disampaikan kepadanya. Sebahagian dari mereka menceritakan apa yang tidak diceritakan sebahagian lainnya. Mereka berkata, Rasulullah (s.a.w.) memerintahkan sahabatnya bersiap sedia untuk menyerang Rome. Hal itu terjadi ketika Muslimin mengalami masa ­masa susah, cuaca sangat panas, musim kemarau, buah-buahan mulai ranum, orang-orang lebih menyukai berada di dalam ladang buah­-buahan dan tempat mereka berteduh, serta tidak suka berangkat dalam keadaan seperti itu. Rasulullah (s.a.w.) sendiri jarang keluar untuk perang, kecuali merahsiakannya dan menjelaskan bahawa Baginda menginginkan bukan itu daerah yang Baginda tuju, kecuali Perang Tabuk di mana Baginda menjelaskannya kepada kaum Muslimin, kerana perjalanannya sangat jauh, masa-masa yang sangat susah, dan ramainya musuh yang ingin Baginda tuju. Rasulullah (s.a. w.) menjelaskan hal yang demikian agar umatnya membuat persiapan. Betul kali ini, Rasulullah (s.a. w.) memerintahkan kaum Muslimin bersiap-siap dan menjelaskan kepada mereka bahawa Baginda hendak menyerang Rome.

M. Husin Heakal di dalam sejarah Muhammad saw :

Kemudian Muhammad saw menyerukan kepada semua kabilah bersiap-siap dengan pasukan yang sebesar mungkin. Orang-orang kaya dari kalangan Muslimin juga dimintanya supaya ikut serta dalam menyiapkan pasukan itu dengan harta yang ada pada mereka serta mengerahkan orang supaya sama-sama menggabungkan diri ke dalam pasukan itu.

Bagaimana gerangan kaum Muslimin menyambut seruan ini, yang berarti harus meninggalkan isteri, anak dan harta-benda, dalam panas musim yang begitu dahsyat, dalam mengarungi lautan tandus padang sahara, kering, air pun tak seberapa, kemudian harus pula menghadapi musuh yang sudah mengalahkan Persia, dan belum dapat dikalahkan oleh kaum Muslimin? Akan tetapi iman mereka, kecintaan mereka kepada Rasul, serta kemesraan kepada agama, mereka pun terjun menyambut seruan itu, berangkat dalam satu arak-arakan yang rasanya dapat menyempitkan ruang padang sahara itu, sambil mengerahkan semua harta dan ternak mereka, siap dengan senjata ditangan, dengan debu yang sudah mengepul, yang begitu sampai beritanya kepada musuh, mereka akan lari tunggang-langgang.

Dua perasaan itu di kalangan Muslimin ada pada waktu itu. Ada yang menyambut agama ini dengan hati yang bersemarak cahaya dan bimbingan Tuhan, hati yang sudah berkilauan cahaya iman, dan ia sudah tidak mengenal yang lain. Ada yang masuk agama dengan suatu harapan, dan dengan rasa gentar. Mereka mengharapkan harta rampasan perang.

Golongan pertama, dengan segera mereka itu berbondong-bondong menyambut seruan Rasulullah. Ada orang miskin dari mereka itu, tidak ada binatang beban yang akan ditungganginya, ada pula orang yang kaya raya, menyerahkan semua harta kepadanya untuk diserahkan kepada perjuangan di jalan Allah, dengan hati ikhlas, dengan harapan akan gugur pula sebagai syahid di sisi Tuhan.

Sedang yang lain masih berat-berat langkah dan mulai mereka itu mencari-cari alasan, sambil berbisik-bisik sesama mereka dan mencemooh ajakan Muhammad kepada mereka untuk menghadapi suatu peperangan yang jauh, dalam udara yang begitu panas membakar.

Itulah mereka orang-orang munafik, yang karenanya Surah At-Taubah turun, yang berisi ajakan perjuangan yang paling besar dan tegas-tegas menyampaikan ancaman Tuhan kepada mereka yang membelakangi ajakan Rasulullah.

Pasukan yang sudah berkumpul mendampingi Muhammad ini – yang disebut Pasukan ‘Usra karena kesukaran yang dialami sejak mulai dibangun – sebanyak tigapuluh ribu Muslimin.

 

Tabuk adalah satu tempat berhampiran dengan sempadan negeri-negeri Arab, agak hampir dengan kawasan yang berupa wilayah Kerajaan Rom Timur pada waktu itu, dalam wilayah Syria (yang termasuk Palestin ke da­lamnya). Ianya terletak pada jalan keretapi Hijaz, lebih kurang 350 batu barat laut Madinah, dan 150 batu selatan daripada Ma’an.

Sebagai akibat daripada berita angin yang kuat dan bertalu-talu menyatakan bahawa tentera Rom Timur sedang bersiap sedia untuk menyerang Semenanjung Arab, dan bahawa Emperor Byzantain (atau Rom Timur) itu sendiri telah pun sampai berham­piran dengan sempadan negeri, untuk tujuan itu, maka Rasulullah s.a.w. menghimpunkan setakat yang terdaya olehnya tentera seramai mana yang mungkin, lalu baginda mara ke Tabuk.

Ketakutan dan kegerunan kepada pasukan perang dibawah pimpinan Nabi saw menyebabkan serangan tentera Rom Timur itu tidak berlaku. Tetapi baginda s.a.w. menggunakan peluang itu untuk mem­perkuatkan lagi kedudukan Muslimin ke arah kawasan itu, dan mengadakan perjanjian-perjanjian berdamai dengan kabilah-kabilah Kristian dan Yahudi tertentu berhampiran dengan Teluk ‘Aqabah.

Berkata Mujahid dan lain-Iainnya, bahwa ayat ini diturun­kan dalam peristiwa perang Tabuk, di mana para Muslimin per­gi ke medan perang dalam musim panas yang terik dan dalam keadaan kesukaran bekal dan air.

Berkata Qatadah, bahwa tatkala kaum Muslimin ke luar menuju Syam dalam tahun perang Tabuk, keadaan cuaca sa­ngat panasnya dan kering sehingga disebut “tahun kesukaran dan kekutangan” sampai-sampai ada kalanya sebuah kurma di­belah menjadi dua untuk dimakan dua orang, bahkan adak ala­nya hanya untuk dicicip-cicip saja sckedar disertai minum air. Kepada mereka itulah Allah menyatakan tobat-Nya dalam ayat ini.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas, bahwa Umar Ibnul Khatthab bercerita tentang “tahun kesukaran” ini sebagai berikut:

“Kami keluar bersama Rasulullah saw. pergi ke Tabuk dalam cuaca panas yang terik, sehingga rasa-rasanya leher kami hampir putus karena haus yang kami derita dan su­kamya memperoleh air, dan sampai ada orang yang tcrpaksa menyembelih untanya untuk mendapatkan scsuatu yang meng­hilangkan hausnya dari dalam perut binatangnya itu. Maka me­lihat keadaan yang sudah  tidak tcrtahankan lagi itu, berkatalah Abubakar ash-Shiddiq r.a. kcpada Rasulullah saw., “Ya Rasu­lullah, Allah telah biasa menyambut doamu dengan baik, coba berdoalah bagi kita.”

“Apakah engkau minta itu?” tanya beliau saw .

“Ya,” jawab Abubakar.

Lalu beliau mengangkat kedua tangannya dan sebelum di­turunkannya kedua tangan itu, air telah turun dengan derasnya dari langit, sehingga masing-masing jamaah mengisi penuh tem­pat simpanan airnya. Setelah hujan teduh, kami melihat hujan hanya membasahi lapangan tempat Muslimin berada.  “

Berkata Ibnu Jarir, bahwa kesukaran yang dimaksud, ialah kesukaran memperoleh nafkah, bekal dan air, dan karena sa­ngat payahnya segolongan dari para sahabat itu hatinya hampir berpaling dari kebenaran dan meragukan kenabian Rasulullah saw. Namun Allah telah mengampuni mereka setelah mereka kembali kepada Tuhan mereka dan kepada keyakinan mereka yang tidak tergoyahkan.

 

IbnuIshaq berkata, Kemudian Rasulullah (s.a.w.) tiba di Madinah. Orang-orang yang tidak berangkat bersama Baginda ke Tabuk ialah sejumlah orang-orang munafik dan tiga orang dari kaum Muslimin yang tidak termasuk orang-orang yang ragu dan tidak pula munafik. Ketiga-tiga orang tersebut adalah Kaab bin Malik, Murarah bin Ar­Rabi’ danHilal bin Umaiyah.

Rasulullah (s.a. w.) bersabda kepada para sahabat,

“Janganlah kamu sekali-kali bercakap dengan salah seorang dari ketiga-tiga or­ang terse but. “

Orang-orang munafik yang tidak ikut berangkat ke Tabuk datang kepada Rasulullah (s.a. w.) kemudian bersumpah kepada Baginda, merninta uzur, dan Baginda memaatkan mereka, namun Allah dan Baginda tidak memberi uzur kepada mereka. Kemudian para sahabat memboikot bercakap dengan ketiga-tiga sahabat dari kaum Muslirnin tersebut.

Selepas bertaubat dan selepas  50 hari diboikot , Kaab bin Malik ra menerima khabar gembira Allah dan Rasulnya saw menerima taubatnya.

Pada ayat 119 Allah meyeru orang mukmin supaya bertakwa kepada Allah dan bercakap benar,tidak berbohong, supaya digolongkan Allah ke dalam golongan yang benar.

 

Sumber :  http://aburedza.wordpress.com/2009/05/19/catitan-kuliah-tafsir-ustaz-ya-ali-dahaman-at-taubah-117-119/

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s