Munajat Abu Sulaiman al-Darani r.a

Munajat Abu Sulaiman al-Darani r.a

Imam Nawawi dalam Kitabnya Nashaihul ‘Ibad menitipkan munajat Abu Sulaiman al-Darani r.a[1] seperti berikut:

Wahai tuhanku

Apabila Engkau menuntutku kerana dosaku

Tentu aku pun akan mohon keampunan-Mu.


Apabila Engkau menuntutku kerana kebakhilanku,

Tentu aku akan memohon kedermawan-Mu.


Dan apabila Engkau memasukkan aku ke neraka

Tentu aku pun akan menberitakan kepada ahli neraka

Bahawa sesunggunya aku mencintai-Mu.[2]


[1] Abu Sulaiman al-Derani wafat tahun 215H. Daran adalah nama sebuah kota di Damsyik. Imam Nawawi mengutip munajat ini melalui riwayat Abdurrahman bin Athiyah. Rujuk  muka surat 47 terjemahan Nashaihul Ibad – Nasihat-nasihat Agama Kepada Calon Penghuni Syurga , tetbitan Jahabersa cetakan ke 3  2010.

[2] Imam Nawawi menghuraikan : Aku menuntut-Mu dengan ampunan, kerana ampunan-Mu pasti lebih luas berbanding dosaku. Kata kebakhilan di sini, dimaksudkan dengan kekikiran member sedekah dan kebakhilan mengabdikan diri untuk mennunaikan perintah Allah.

Sunnah Memberi Salam Jikalau Memasuki Rumahnya

Bab  135  Sunnahnya Bersalam jikalau Memasuki Rumahnya

Allah Ta’ala berfirman maksudnya :

“Maka apabila engkau semua memasuki rumah, ucapkanlah salam kepada dirimu sendiri sebagai penghormatan dari sisi Allah yang dlberkahi serta yang dianggap baik sekali,” (an-Nur: 61)

Hadis no 858 :

Dari Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda kepada saya: Hai anakku, jikalau engkau masuk ke tempat keluargamu, maka ucapkanlah salam. Kalau itu engkau lakukan,maka hal itu akan menyebabkan adanya keberkahan atas dirimu sendiri dan juga atas seluruh keluarga rumahmu.”

Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan shahih.

 

Dipetik dari  Riyadhus Shalihin – Taman Orang-orang Shalih oleh Imam Nawawi